Archive

Archive for September, 2019

POST-POSITIVISTIK & MIXED METHODS

Materi ttg post-positivistic & Mixed methods

MIXED METHOD RK

ISLAM NUSANTARA: BERAGAMA TANPA KEHILANGAN IDENTITAS BANGSA

ISLAM NUSANTARA: BERAGAMA TANPA KEHILANGAN IDENTITAS BANGSA

Oleh: Rachmat Kriyantono, PhD

Islam itu sdh jadi & sempurna (QS 5:3). Nusantara sdh jadi. Sdh ada sistem pemerintah & sosial yg mapan, jd super power di era itu (mulai Kutai, Sriwijaya, Singosari, hingga Majapahit), Lakum dinukun waliyadin (toleransi beragama) sdh ada, ekonomi, seni budaya sdh mapan… Seperti diceritakan dlm “negara kertagama” dan Sutasoma.

Trus, Islam masuk. Islam bertemu dg Nusantara. “Sdh jadi bertemu sdh jadi”. Jika salah mengoplosnya (meramunya) mk bs ngga berbentuk. Inilah bijaknya wali songo. Mereka para habaib/sayyid yg menyebarkan Islam. Mereka pintar meramu, jgn sampai Islam mengganggu tatanan sosial yg sdh mapan ini. Islam itu rahmatan lil aalamin, bukan merusak tatanan. Jgn sampai pula syariat Islam tdk jalan. Para wali ini pun mengenalkan Islam dg meramu titah Allah bahwa ‘tdk ada paksaan dlm agama’ (QS 2:256), diramu dg perintah ‘tegakkan amar ma’ruf nahi munkar & fastabiqul khairat’ (QS 3:104, 110), diramu dg ‘umat Islam itu ummatan wasathan (QS 2:143, di tengah menjaga keseimbangan)”, diramu dg “perintah lita’aruf dlm perbedaan” (QS 49:13), diramu dg “dlm berdakwah gunakan bahasa kaumnya” (QS 14:4), diramu dg “perintah tegakkan kalimat tauhid” (QS 7:158; QS 41:6), maka hasil ramuan ini menghasilkan akulturasi yg indah, damai & rahmatan lil aalaamin, yakni menjadikan budaya sbg infrastruktur/instrumen menjalankan syariat. Budaya bukan syariat shg dipilih budaya yg tdk bertentangan dg syariat. Budaya adalah produk interaksi masy nusantara yg tertanam jauh sblm Islam dtg. Shg budaya adalah identitas bangsa. Tanpa identitas tiada kebanggaan. Tanpa kebanggaan suatu bangsa mudah goyah… Inilah Islam Nusantara, suatu cara menjalankan syariat dg tanpa kehilangan jati diri/identitas ke-Indonesia-an kita….

“Jadilah org Indonesia yg beragama, bukan umat beragama yg ada di Indonesia”, shg di manapun kita berada, ke- Indonesia-an ini tetap melekat. Ke-Indonesia-an ini yg bs menjadi perekat satu persaudaraan dlm NKRI…

Islam pun mengajarkan ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama muslim), ukhuwah insaniah (persaudaraan sesama manusia sesama ciptaan Tuhan meski berbeda agama, ras, budaya), dan ukhuwah wathoniah (persaudaraan dlm satu tanah air). “Hubbul waton minal iman”, cinta tanah air sebagian iman, kata Hadratussyech KH Hasyim Asyari pd thn 1916….

Krn itu, penting bagi kita unt pahami sejarah. JASMERAH (JAngan Sekali2 MEninggalkan sejaRAH), kata Bung Karno. Jasmerah ttg penyebaran Islam di nusantara. CakRK.

TEKNIK REFERENCING APA 6TH EDITION

Silakan aplikasikan teknik pengutipan APA 6th Edition dlm segala karya tulis mhs.

1. SISTEM-PENGUTIPAN-Referencing-APA-edisi-6
2. RACHMAT-APA-Referencing

3. https://www.phdfood2019.it/wp-content/uploads/2019/05/APA_Guide_2017.pdf

ECU Referencing Guide
4. https://cpfs.moodle.com.au/file.php/1/Documents/guides/ECU%20Referencing%20Guide.pdf

APA_Guide_2017

Keempatnya adalah sama APA, bedanya: ada yg disajikan singkat dan ada yg lebih lengkap. Harap dipelajari dan diterapkan.

Terima kasih.