Archive

Posts Tagged ‘stereotype’

IKLAN, EFEK STEREOTYPE & PORNOGRAFI

Iklan, stereotype, & pornografi

Rachmat Kriyantono, Ph.D

Dosen Komunikasi UB Malang

Bahasan LEBIH DETAIL tentang seluk beluk periklanan silahkan baca di buku saya ini:

cover manajemen periklanan

Stereotipe

Masalah lainnya adalah penggambaran yang dilakukan iklan pada kelompok sosial tertentu. Perempuan banyak dijadikan korban sekaligus objek sasaran iklan. Perempuan sering diperlakukan untuk merepresentatifkan produk. Contoh: sebuah iklan mobil menjual kemulusan body mobil dengan disimbolkan melalui seorang perempuan yang berbaju minim duduk di kap mobil. Artinya, mulusnya body mobil sama dengan mulusnya tubuh perempuan. Banyak produk periklanan yang menempatkan perempuan sebagai “objek tontonan” dalam iklan dengan beragam konstruksi, seperti sebagai objek seksual para lelaki (misalnya, kalau tidak cantik akan ditinggalkan lelaki); perempuan harus menjaga kecantikannya, kemulusannya, keseksian dan kerampingan tubuh agar disayang lelaki dan diterima dalam pergaulan sosial; perempuan dikonstruksi sebagai pelaksana tugas-tugas domestik rumah tangga, seperti memasak dan merawat anak. Di sisi lain, para lelaki disimbolkan sebagai kaum perkasa, pekerja keras, dan penanggung jawab kehidupan keluarga. Selain contoh stereotipe gender di atas, periklanan juga berkontribusi mendiseminasi streotipe etnis-kultural maupun fisik.

Seksualitas dan Pornografi

Masalah yang juga sering muncul adalah terkait isu-isu seksualitas dan pornografi. Penggunaan model iklan seksi, berpakaian minim hingga suara mendesah  saat mengucapkan kalimat yang juga berbau membangkitkan birahi adalah jenis-jenis seksualitas dan pornografi dalam iklan. Situasi ini juga muncul secara tidak langsung dengan menggunakan kalimat-kalimat yang tidak secara eksplisit mengeksploitasi seksualitas. Tetapi, kalimat-kalimat tersebut dapat menggiring persepsi dan pola pikir terhadap hal-hal yang berbau sesualitas. Contoh: Tagline Kopi Susu Torabika “pas susunya”, ditujukan untuk menjelaskan keseimbangan antara kopi dan susu pada produknya. Tetapi, kreatif iklannya yang memunculkan adegan lelaki saat mencium aroma dan rasa Torabika di depan perempuan yang seksi, dapat memunculkan persepsi yang mengarah pada salah satu bagian tubuh perempuan model iklan tersebut.