Archive

Archive for the ‘Serial Publics Relations’ Category

https://prasetya.ub.ac.id/berita/Para-Pakar-Berpendapat-Keharmonisan-Bisa-Tercipta-Lewat-Komunikasi-Multikultural-19762-id.html

Para Pakar Berpendapat Keharmonisan Bisa Tercipta Lewat Komunikasi Multikultural

Dikirim oleh prasetyaFISIP pada 18 Mei 2017 | Komentar : 0 | Dilihat : 194

Workshop Dengan Tema “Multicultural Communication In Workplace”

Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP UB menggelar workshop dengan tema “Multicultural Communication  in Workplace”  di Auditorium Nuswantara Gedung B FISIP UB. Seminar tersebut sekaligus sebagai tanggapan tentang fenomena komunikasi Masyarakat Indonesia akhir akhir ini.

Acara tersebut menghadirkan dua pembicara yang pertama Dewita Annysa Carson selaku tutor dari Curtin University sekaligus Dosen di South Metropolitan TAFE Perth Western Australia dan kedua yaitu Rachmat Kriyantono selaku Dosen dan Peneliti dari Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Brawijaya. Dalam kesempatan tersebut, Rachmat menyampaikan bahwa Indonesia terdiri dari masyarakat yang sangat multikulturalis, hal tersebut juga tercermin dari Bhinneka Tunggal Ika sebagai sebagai semboyan negara Indonesia. Saat ini multikultural merupakan fenomena yang paling sering dihadapi oleh masyarakat khususnya dalam dunia kerja. Dalam dunia kerja individu akan berhadapan dengan proses adaptasi dengan rekan kerja, atasan, dan bawahan dari berbagai budaya, ras, suku dan agama.

Rachmat menuturkan dalam dunia kerja komunikasi multikulturalisme sangat penting untuk diterapkan mengingat organisasi tidak hanya memperkerjakan individu di dalam suku yang sama ataupun agama yang sama, masing–masing dari pekerja akan menghadapi interaksi multikultural sehingga pekerja dituntut memiliki skill komunikasi multikulturalisme.

“Sudah menjadi kewajiban masyarakat Indonesia untuk menghargai masing masing budaya serta kepercayaan masing – masing suku maupun kelompok. Hal tersebut bertujuan untuk menciptakan keharmonisan di masyarakat. Untuk itu masing – masing kelompok atau suku tidak perlu saling memaksakan kehendak sesuai keinginannya, karena terdapat konsep menghargai tadi,” katanya.

Rachmat juga menambahkan tiga kunci untuk berhasil dalam berkomunikasi multikultural yang pertama “no SARA” atau diskriminasi terhadap masing masing suku atau kelompok, kedua menerima dan mengapresiasi keunikan dan perbedaan masing–masing suku atau kelompok, ketiga mengetahui dimensi antar personal masing masing suku atau kelompok.

Dewita selaku pembicara kedua merespons penjelasan Rachmat dengan memberikan tabel perbedaan karakter antara Indonesia dan Australia yang merupakan kampung halamannya. Dewita memberikan contoh seperti bagi orang indonesia “bicara blak – blakan” bukan menjadi kebiasaan, sedangkan untuk Australia, berbicara “blak blakan” yang pada dasarnya sinonimnya adalah bicara jelas dan gamblang merupakan hal yang biasa dan harus mereka lakukan agar tidak terjadi kesalahpahaman.

“Menurut saya, kita tidak dapat membahagiakan setiap orang, maka dari itu jangan terlalu berharap untuk menyengangkan hati semua orang, adakalanya kita harus memberitahu hal-hal yang menurut kita orang tersebut berhak tahu, siapa tahu jika dengan memberitahu hal hal tersebut, orang dapat berubah menjadi lebih baik?,” kata Dewita.

Selain itu dalam dunia kerja, skill komunikasi multikulturalisme sangat dibutukan, karena skill tersebut akan menghubungkan masing masing dari ide dan energi tiap individu dari kelompok tim tersebut. Kerentanan skill multikulturalisme di dunia kerja dapat menyebabkan konflik komunikasi yang tidak efektif serta kesulitan untuk beradaptasi dalam dunia kerja. Hal–hal negatif tersebut dapat memicu kegagalan dalam tim kerja. (Anata /Humas FISIP/humas UB)

Pengaruh Iklim Komunikasi Organisasi Terhadap Efektivitas Komunikasi Interpersonal Dan Kepuasan Kerja (Studi Eksplanatif di Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Gunung Mas Kalimantan Tengah)

Pengaruh Iklim Komunikasi Organisasi Terhadap Efektivitas Komunikasi Interpersonal Dan Kepuasan Kerja (Studi Eksplanatif di Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Gunung Mas Kalimantan Tengah)

Sri Wahyunie, Sanggar Kanto, Rachmat Kriyantono

 

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh iklim komunikasi organisasi terhadap efektivitas komunikasi interpersonal dan kepuasan kerja di Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Gunung Mas Kalimantan Tengah. Penelitian dilakukan di kantor Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Gunung Mas Kalimantan Tengah pada bulan September 2014 untuk pengambilan data. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dengan melibatkan 33 responden yang dipilih sesuai populasi yang ada. Alat pengumpul data yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji analisis jalur (Path Analysis),dimana analisis jalur ini menguji apakah terdapat pengaruh langsung atau tidak langsung iklim komunikasi organisasi terhadap kepuasan kerja.

Hasil penelitian menunjukkan nilai iklim komunikasi organisasi memperoleh nilai gabungan 3,53. Nilai efektivitas komunikasi interpersonal memperoleh nilai gabungan 3,87. Nilai kepuasan kerja memperoleh nilai gabungan 3,96. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kepuasan kerja pegawai di Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga berada pada tingkat cukup baik. Iklim komunikasi secara langsung memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap efektivitas komunikasi interpersonal dengan taraf signifikansi sebesar 0,026. Iklim komunikasi secara langsung memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja dengan taraf signifikansi sebesar 0,036. Efektivitas komunikasi interpersonal secara langsung memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja dengan taraf signifikansi sebesar 0,001. Iklim komunikasi organisasi juga secara tidak langsung memiliki pengaruh terhadap kepuasan kerja dengan melalui efektivitas komunikasi interpersonal sebagai mediasinya dengan taraf signifikansi sebesar 0,171 atau 17,1%. Secara simultan terdapat Pengaruh iklim komunikasi organisasi dan efektivitas komunikasi interpersonal terhadap kepuasan kerja secara gabungan adalah 37,6% sedangkan 62,4% dipengaruhi oleh faktor lain.

 

Kata Kunci: iklim komunikasi organisasi, efektivitas komunikasi interpersonal, kepuasan kerja

Keywords

klim komunikasi organisasi, efektivitas komunikasi interpersonal, kepuasan kerja
Full Text:

Pengaruh Self Esteem, Self Efficacy, dan Locus of Control Terhadap Motivasi Kerja dan Kinerja Public Relations (Studi Eksplanatif Pada Public Relations Santika Indonesia Hotel and Resort)

Silakan buka link ini: http://wacana.ub.ac.id/index.php/wacana/article/view/466

Pengaruh Self Esteem, Self Efficacy, dan Locus of Control Terhadap Motivasi Kerja dan Kinerja Public Relations (Studi Eksplanatif Pada Public Relations Santika Indonesia Hotel and Resort)

Nisrin Husna, Sanggar Kanto, Rachmat Kriyantono

 

Abstract

 

Investasi bidang perhotelan memiliki peluang untuk tumbuh pesat di masa depan, namun juga sekaligus sarat akan persaingan. Peluang dan ancaman ini tentunya harus dapat ditangkap para pelaku usaha di industri perhotelan. Salah satu strategi penting dalam menghadapi persaingan adalah meyakinkan konsumen bahwa perusahaannya memiliki keunggulan lebih dibandingkan dengan perusahaan lain. Meyakinkan konsumen berarti berhubungan dengan meraih persepsi positif atau citra positif di mata publik. Disinilah kemudian peran Public relations dengan motivasi kerja tinggi dan kinerja tinggi sangat dibutuhkan sebagai garda terdepan perusahaan. Judge ,Erez & Bono (1998) mengemukakan bahwa self esteem, self efficacy dan locus of control merupakan ketiga core-self evaluations yang merupakan dasar  pembentukan motivasi individu dalam bekerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengui pengaruh self esteem,self efficacy, dan locus of control terhadap motivasi kerja dan kinerja Public Relations. Dalam menganalisis pengaruh ketiga variabel tersebut terhadap motivasi kerja dan kinerja Public Relations, peneliti menggunakan pendekatan tradisi sibernetik. Melalui pendekatan tradisi sibernetik, peneliti kemudian menggunakan Expectancy value theory dalam menganalisis pengaruh variabel self esteem, self efficacy dan locus of control terhadap motivasi kerja dan kinerja. Sample penelitian ini adalah praktisi Public Relations Santika Indonesia Hotel and Resort. Penelitian ini menggunakan teknik analisis jalur (path analisys). Dari hasil perhitungan SPSS adalah bahwa variabel self esteem, self efficacy dan locus of control berpengaruh positif terhadap motivasi kerja dan kinerja dengan nilai koefisien jalur self esteem sebesar 0,322, self efficacy 0,340, locus of control 0,346, dan motivasi kerja 0,636. Hasil tersebut berarti  semakin positif self esteem, self efficacy dan locus of control Public Relations maka semakin tinggi motivasi kerja dan kinerja Public Relations Santika Indonesia hotel and resort.

 

HUMAS PEMERINTAH DI ERA DIGITAL

Saya memberikan materi tentang humas pemerintah di era digital, bersama Menteri Kominfo RI dan Juru Bicara Presiden pada 24 Mei 2017. Silakan baca di laman ini:

https://prasetya.ub.ac.id/berita/Dosen-UB-Menkominfo-dan-Jubir-Kepresidenan-Bahas-Humas-Digital-19844-id.html

atau:

Dosen-UB-Menkominfo-dan-Jubir-Kepresidenen-Bahas-Humas-Digital-19844-id

 

PUBLIC’S ATTRIBUTION VS PUNITIVE BEHAVIOR IN INDONESIA PUBLIC RELATIONS PRACTICE

This is my paper, published in Jurnal Ilmu Komunikasi Univ Atmajaya Yogyakarta. Silakan download PDF nya:

Public’s Attribution vs Punitive behavior-Rachmat-JIK Atmajaya

atau kunjungi linknya:

https://ojs.uajy.ac.id/index.php/jik

OSGOOD’S THEORY SEMANTIC DIFFERENTIAL IN CO BRANDING PRODUCT

9. JMMR-Rachmat-CIMSSR-00281

Berikut riset saya yg publish di JMMR. Silakan donwload di PDF di atas

 

Do the Different Terms A ffect the Roles? A Measu rement of Excellent and Managerial Role of Business and Governme nt Public Relations Practices in Indonesia

This is my research publication in IJABER (Scopus indexed). Describing the differences between public relations and Humas in conducting their roles. Please find the article in the link below:

http://www.serialsjournals.com/serialjournalmanager/pdf/1494930411.pdf

or this PDF: RACHMAT JURNAL IJABER-SCOPUS

 

 

DEVELOPING A CULTURALLY RELEVANT PUBLIC RELATIONS THEORY FOR INDONESIA

Berikut adalah artikel saya yg dimuat di jurnal terindeks scopus. Bisa dilihat di:

http://ejournal.ukm.my/mjc/article/view/17165

Rachmat & Bernard- Developing a culturally relevant public relations theory for Indonesia

PUBLIC RELATIONS & CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY IN MANDATORY APPROACH

This is my article about CSR & Public relations:

CSR Procediaa Social & Behavioral Science-Rachmat

You can download also in

http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S1877042815053811

PUBLIC RELATIONS & CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY IN MANDATORY ERA IN INDONESIA

This is my article published in Procedia-Social and Behavioral Science, Elsevier. Please get it in this PDF:

CSR Procediaa Social & Behavioral Science-Rachmat

atau bisa kunjungi juga:

http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S1877042815053811

Untuk mhs ku:

Tolong artikel ini untuk dirujuk tentang cara menulis Latar Belakang masalah/pendahuluan, yg menurut saya telah memunculkan masalah/kesenjangan.