Home > Serial Publics Relations > KOMUNIKASI:PONDASI KEHIDUPAN & POSISI PUBLIC RELATIONS

KOMUNIKASI:PONDASI KEHIDUPAN & POSISI PUBLIC RELATIONS

KOMUNIKASI: PONDASI KEHIDUPAN & POSISI PR                              

oleh: Rachmat Kriyantono

Download PDF: KOMUNIKASI & POSISI PR-Rachmat              

Tidak diragukan lagi bahwa komunikasi adalah pondasi utama kehidupan manusia. Melalui kegiatan berkomunikasi, individu-individu saling berhubungan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Secara universal, manusia di seluruh dunia mempunyai beberapa kebutuhan pokok yang sama[1]. Kebutuhan itu muncul selama manusia itu hidup dan jika kebutuhan tersebut terpenuhi, maka kehidupan manusia menjadi semakin baik. Pertama, kebutuhan fisiologis, seperti makanan, minuman, seksualitas, berkeluarga, buang air besar, bernafas, pakaian, perumahan. Kedua,  kebutuhan akan rasa aman dan nyaman dalam menjalani hidup. Wujud dari kebutuhan ini antara lain perlindungan dari gangguan keamanan, pekerjaan tetap, adanya tunjangan pensiun, asuransi (asuransi jiwa, kecelakaan, kesehatan, harta benda) dan  kondisi pekerjaan yang nyaman[2]. Ketiga, kebutuhan akan penghargaan diri (self-esteem). Setiap individu menginginkan penghargaan dari orang lain atas eksistensi dirinya. Yang termasuk di sini antara lain status, pangkat, gelar, promosi, konsep diri yang positif, hadiah, perasaan dihargai, dan sebagainya. Keempat, kebutuhan aktualisasi dan ekspresi diri, seperti kesempatan melaksanakan pekerjaan kreatif, berkesenian, dan mengaktualisasikan kemampuan di masyarakat. Kelima, kebutuhan sosial. Kebutuhan ini mencakup kebutuhan untuk bergaul dan beraktivitas dengan kelompok sosial, berteman, dicintai sehingga peran sosial seseorang bisa terbentuk dan dihargai.   

Untuk memenuhi semua kebutuhan tersebut, manusia mesti berinteraksi dengan sesamanya. Muncullah konsep interaksi sosial, yaitu hubungan timbal balik antarindividu yang saling memengaruhi. Setiap interaksi mengandung dua elemen, yaitu adanya kontak dan komunikasi. Komunikasi di sini bisa diartikan sebagai proses di mana terjadi aksi dan reaksi antarindividu (bisa perorangan atau kelompok) yang bertemu.[3]

Melalui komunikasi, manusia bukan hanya dapat menyampaikan gagasan dan pikirannya, memeroleh, mengolah, dan saling bertukar informasi tetapi juga dapat melakukan proses pengambilan keputusan dengan baik. Contoh, mungkin Anda membutuhkan mobil baru. Melalui tindakan komunikasi, seperti membaca iklan mobil di surat kabar, bertanya kepada teman atau sales mobil, Anda akan mendapat informasi tentang harga, kelebihan dan kekurangan mobil yang ingin Anda beli. Di rumah, Anda berdiskusi dengan keluarga dan tetangga tentang informasi tersebut. Kemudian Anda mengolahnya dan memutuskan mobil apa yang hendak Anda beli.

Komunikasi pula yang dapat membangun kerja sama dan relasi sosial antarmanusia sehingga memudahkan upaya pemenuhan kebutuhan hidup.  Perhatikan contoh berikut. Produk mobil memerlukan proses yang panjang untuk sampai ke tangan konsumen. Proses yang dilalui antara lain pembelian bahan mentah, proses perakitan di pabrik, pemasaran, penjualan, distribusi hingga transaksi dengan konsumen. Proses tersebut memerlukan peran dan kerja sama beberapa pihak, antara lain pengusaha, karyawan, petani karet (untuk membuat ban), produsen cat, kaca, pembuat jok mobil, agen, konsumen, biro iklan dan media (untuk promosi) hingga polisi untuk pengurusan surat-surat mobil. Begitulah, masih banyak lagi contoh peran komunikasi dalam pemenuhan kebutuhan hidup manusia. [4]

Dari uraian di atas, ada dua alasan mengapa komunikasi disebut sebagai pondasi kehidupan. Pertama, tindakan komunikasi selalu hadir dalam kehidupan kita. Kita tidak bisa tidak berkomunikasi (we can’t not communicate). Mulai bangun tidur hingga tidur lagi, sejak lahir kita selalu berkomunikasi. Kita berkomunikasi karena kita adalah makhluk sosial yang selalu berinteraksi dengan sesama manusia.[5] Dengan berkomunikasi, kita belajar tentang diri dan lingkungan, kita memersuasi orang lain, menghibur diri, dan sebagainya. Bahkan kita juga bisa belajar tentang bagaimana berkomunikasi dengan orang lain[6]. Komunikasi menjadi dasar interaksi sosial dan komunikasi juga dibangun dari interaksi sosial, sehingga komunikasi bagaikan darah dalam kehidupan (blood of life). Coba Anda bayangkan, bagaimana hidup ini tanpa adanya tindakan komunikasi.

Kedua, komunikasi adalah alat membangun kerja sama dan relasi sosial sebagai kunci pokok upaya pemenuhan kebutuhan manusia. Kerja sama dan relasi sosial lahir melalui tindakan komunikasi yang mengarah pada terciptanya saling kesepahaman (mutual understanding), saling berbagi, saling menghargai, dan saling menguntungkan pihak-pihak yang berkomunikasi. Komunikasi adalah perekat hubungan (the glue of society).  Komunikasi jangan dipakai sebagai alat menyampaikan informasi yang tidak benar, alat persuasif yang hanya menguntungkan satu pihak atau alat manipulasi demi tercapainya keuntungan sebesar-besarnya meski merugikan orang lain[7]. Dalam konteks ini, posisi Public relations sangatlah penting. Public relations bertugas mengelola sistem komunikasi (communication re-engineering) agar terjalin kerja sama dan relasi yang harmonis dengan publiknya, sehingga citra perusahaan dapat terjaga di mata publiknya. Karenanya, aktivitas Public relations adalah aktivitas komunikasi[8].


[1] Abraham Maslow menelurkan konsep yang sangat terkenal di antara ilmuwan sosial, yaitu Hirarki kebutuhan (Hierarchy of needs).

[2] Tidaklah heran jika masyarakat masih berebut untuk diterima sebagai Pegawai Negeri. Di sana ada jaminan hidup yang pasti, seperti uang pensiunan dan status sosial yang tinggi. Bahkan sekolah-sekolah kedinasan ramai peminat karena ada kepastian pekerjaan. Masyarakat tampaknya tidak terpengaruh kasus-kasus kekerasan yang terjadi di beberapa sekolah kedinasan, seperti Institut Pemerintahan Dalam Negeri (Depdagri) maupun Sekolah Tinggi Pelayaran (Dep. Perhubungan)

[3] Seiring perkembangan teknologi, “bertemu” ini tidak harus diartikan bertemu langsung secara fisik. Bisa saja kita chatting, mendengarkan radio, nonton TV, baca Koran atau teleconference. Dalam Ilmu Komunikasi, aktivitas aksi-reaksi ini bisa disebut sebagai tindakan komunikasi atau kegiatan komunikasi.

[4] Kegiatan komunikasi ini mencakup fungsi-fungsi memberikan informasi, memengaruhi orang lain (persuasif), hiburan, atau pun kontrol sosial. Bahkan fungsi yang paling sederhana terjadi pada komunikasi patik (phatic communication), yaitu tindakan komunikasi yang tidak mempunyai tujuan khusus. Misalnya, ketika ada siswi berseragam SMA lewat di jalan, lalu disapa oleh seorang jejaka: “Sekolah Mbak?” (sudah tahu berseragam SMA kok masih ditanya). Komunikasi digunakan sebagai sarana radar sosial dan sarana eksistensi diri. Meski, reaksi si cewek tampak kesal, tapi bisa saja di dalam hatinya merasa senang karena ada yang menyapa.

[5] Tidak ada satu individu pun yang merupakan sebuah pulau yang serba berkecukupan. Setiap pulau adalah kepingan dari benua dan merupakan bagian dari keseluruhan. Demikianlah individu itu.

 [6][6] Sewaktu akan berangkat S3 di Australia, saya dan beberapa teman diundang untuk mengikuti pembekalan. Kami diceramahi tentang budaya dan cara hidup orang Australia termasuk bagaimana mereka berkomunikasi. Kegiatan pembekalan tersebut adalah kegiatan komunikasi.

[7] Contoh-contohnya sering terjadi dalam kehidupan kita, seperti iklan-iklan bohong dan menyesatkan, buku-buku sejarah yang dibelokkan atau berita-berita surat kabar yang tidak berdasarkan fakta tetapi berdasarkan opini wartawan, dan sebagainya.

[8] Frank Jefkins, seorang pakar PR, pernah mengatakan bahwa “PR is a system of communication to create goodwill”. Karena itu, sejarah lahirnya Public relations adalah seiring dengan sejarah komunikasi manusia. Sama dengan komunikasi, PR berkembang karena manusia berupaya memenuhi kebutuhan hidupnya. Upaya pemenuhan kebutuhan itu, membuat manusia berinteraksi dengan sesamanya, sehingga diperlukan kerja sama dan relasi social yang harmonis. Inilah prinsip dasar Public relations, yaitu upaya komunikasi menjalin hubungan harmonis yang saling menguntungkan antara perusahaan dan publiknya.

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.
CAPTCHA Image
*