Archive

Archive for February, 2014

PENELITIAN BCC TOOLS

 

ABSTRAK

RancanganModel Strategi Capacity Building Petugas Lapang dalam Pengaplikasian Tool Behavior Change Communication (BCC) Program Pencegahan HIV-AIDS di Malang Raya

Peneliti: Rachmat Kriyantono, Ph.D; Siti Cholifah, Ph.D; Yuyun A. Riani, S.Pd., M.Sc

Program Hibah penelitian desentralisasi Univ Brawijaya, 2013

 

       Angka asumsi kenaikan penularan HIV-AIDS dan kecenderungan kasusnya pada tahun 2015 mulai mengkhwatirkan banyak pihak baik itu masyarakat, pemerintah daerah dan NGO-NGO lokal di Malang Raya yang memiliki perhatian terhadap isu ini. HIV-AIDS seharusnya menjadi persoalan sosial yang setara dengan kasus-kasus sosial lainnya, seperti kemiskinan dan pengangguran. Petugas lapang adalah ujung tombak dalam proses pencegahan meluasnya penularan HIV-AIDS. Metode yang digunakan oleh petugas  lapang adalah Behavior Change Communication(BCC), yaitu metode untuk memersuasi orang dengan HIV-AIDS (ODHA) dan orang dengan risiko tinggi terkena penularan HIV-AIDS (RESTI) dalam mengubah perilaku seks beresiko tertular HIV-AIDS menjadi perilaku seks yang aman. Tujuannyauntuk menekan dan mencegah peningakatan penularan HIV-AIDS di Malang Raya.

     Petugas lapang sebagai pelaksana dan pengaplikasi tool BCC membutuhkan keterampilan dan penguasaan untuk mampu secara maksimal menggunakan BCC sebagai alat persuasi sikap dan pengetahuan ODHA dan RESTI terhadap seks aman. untuk itu penelitian ini merencanakan untuk mengidentifikasi serta mereview bagaimana strategi petugas lapang dan lembaga pelaksana program dalam meningkatkan kapasitas pendamping baik itu melalui pelatihan, workhop, pertemuan berkala (periodictly meeting), diseminasi, pengembangan media (printed, on printed, dan local media)  dan  untuk mengaplikasikan dan menerapkan BCC sesuai dengan situasi, kondisi dan karakter ODHA dan RESTI sebagai kelompok sasarannya.

      Penelitan ini menggunakan mixed method, yaitu menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Tujuannya agar memperoleh data yang mendalam sehingga dapat menjawab permasalahan penelitian. Metode pengumpulan data kualitatif berupa wawancara mendalam (depth interview), FGD, dan observasi. Sementara untuk data kuantitatif, metode pengumpulan datanya adalah penyebaran kuesioner. Penelitian ini akan berlangsung dua tahun. Pada tahun pertama, penelitian ini akan fokus pada identifikasi strategi capacity building petugas lapang dalam aplikasi tool BCC, termasuk mengukur keefektifannya dalam upaya penanggulangan HIV-AIDS. Pada tahun kedua, penelitian ini berupaya merancang model capacity building petugas lapang dalam menerapkan BCC agar dapat lebih berhasil guna. Lokasi penelitian di Malang Raya sesuai dengan lokasi sasaran program prevalensi dan penurunan angka HIV-AIDS.

 

Keywords: Capacity Building, BCC,model, HIV-AIDS

PDF bisa didowload di sini ABSTRAK BCC Tools

SKRIPSI: PENULISAN BAHASA YANG BENAR

PENULISAN YG BENAR

Setiap 17 Agustus, di jalan-jalan, di media massa, di panggung-panggung hiburan bahkan ketika seorang MC berbicara, saya melihat sering terjadi kesalahan dalam penulisan ucapan selamat ulang tahun kemerdekaan. Di sini, saya sampaikan beberapa contohnya: 1. HUT RI ke 65 (Salah); HUT ke-65 RI (Benar). Alasannya, jumlah angka 65 itu mengartikan jumlah ulang tahunnya, bukan jumlah RI (karena di dunia ini, jumlah RI hanya 1) 2. Dirgahayu ke 65 RI (Salah); Dirgahayu RI di Ulang Tahunnya ke-65 (Benar). Alasannya, “Dirgahayu” berarti “Rahayu”, “Sentosa Selamanya”, “Panjang Umur”. Jadi tidak perlu dibatasi waktu. Diharapkan RI itu panjang umur, sentosa dan rahayu selamanya. Tidak cuma sebatas sampai usia 65 tahun.

Saya masih sering menemukan kesalahan saat mahasiswa menulis skripsi/thesis. Seharusnya yang benar adalah:

Contoh:

1. “Berdasarkan penjelasan DIATAS…; Yang benar adalah: DI ATAS.. karena: kata “di” jika diikuti selain kata kerja harus dipisah.

2. Pada buku ini menjelaskan…. : yang benar adalah “buku ini menjelaskan”…. karena subjek tidak boleh diikuti oleh kata lain seperti kata hubung.

3.Dalam tulisan ini menjelaskan…. : yang benar adalah “dalam tulisan ini didiskusikan…”

4. kalimat harus memiliki fungsi yang jelas, yaitu harus jelas Subjek dan predikatnya. Pada contoh ketiga di atas, subjeknya tidak jelas karena subjek didahului kata sambung “dalam”

5. predikat tidak didahului “yang”

6.kesamaan bentuk kata yang digunakan dalam kalimat itu. Artinya, kalau bentuk pertama menggunakan katabenda (nomina), bentuk kedua dan seterusnya juga harus menggunakan kata benda (nomina). Kalau  bentuk pertama menggunakan kata kerja (verba), bentuk kedua dan seterusnya juga menggunakan  kata kerja (verba).

7. Satu paragraf minimal dua kalimat

8. Hindari penggunaan kata “di mana” selain untuk kata tanya. Contoh: Surabaya di mana penelitian ini dilakukan adalah kota besar (salah). Surabaya tempat penelitian ini dilakukan adalah kota besar (benar).

9. Kata “sehingga” dan “sedangkan” tidak boleh ditempatkan di awal kata.

 PDF bisa didownload di sini  PENULISAN YG BENAR

 

 

PRESENTASI HASIL STUDI S3: MENAWARKAN PENDEKATAN BARU BAGI KAJIAN PR

Bagian ini berisi presentasi saya di depan Dekan, PD dan dosen-dosen FISIP UB. Isi presentasi adalah deskripsi hasil studi S3 yang saya lakukan dan kontribusi studi saya bagi pengembangan Ilmu Komunikasi, khususnya Ilmu Public Relations. Kontribusi tersebut mencakup: menawarkan pendekatan baru bagi kajian PR di Indonesia, yaitu critical PR; menawarkan metode critical ethnography dalam kajian PR di Indonesia; menerapkan dua teori khas PR dalam penelitian PR di Indonesia: Situational theory of the publics dan situational crisis communication theory. Semoga bermanfaat.

PDF bisa didownload di sini:  Presentasi hasil studi PhD

MEREVIEW BUKU/ARTIKEL JURNAL

Tulisan ini tentang cara mereview buku/artikel jurnal. Saya berharap mahasiswa berlatih membuatnya sesuai tugas yang saya berikan di perkuliahan. “Mereview” bukan sekedar mendeskripsikan buku. “Mereview” bukan juga sekedar memilih/mengetik paragaraf-paragraf tertentu. “Mereview” juga bukan meresume atau membuat summary. Happy studying.

 

MEREVIEW BUKU/JURNAL

Rachmat Kriyantono, Ph.D

Mereview buku/jurnal pada dasarnya adalah aktivitas untuk mendeskripsikan dan menganalisis isi buku/jurnal yang ditulis orang lain. Review bisa berisi seluruh buku/jurnal atau per chapter/bab. Yang dideskripsikan adalah poin-poin penting yang menurut pereview (reviewer) menarik dan penting disampaikan. Kemudian, poin-poin itu dianalisis: reviewer akan mengurai dasar pijakan mengapa si penulis buku/jurnal menulis naskah itu; setuju tidaknya reviewer terhadap apa yang ditulis penulis dengan menyampaikan alasan reviewer. Reviewer bisa menggunakan teori2 atau konsep2 lain dari para pakar lain (bisa dari buku atau jurnal lain). Biasanya reviewer akan menyampaikan hal-hal positif dan hal-hal yang perlu diperbaiki lagi di bagian penutup.

Berdasarkan paragraf di atas, maka struktur review yang saya tugaskan:

1.      Kalimat pembuka

2.      Isi:

a.       Deskripsi

b.      Analisis

3.      Penutup: berisi rekomendasi untuk pembaca

4.      Daftar Pustaka: selain buku/jurnal yg direview, juga menulis buku/jurnal lain yang dipakai untuk mereview (ingat: cara mengutip & menulis daftar pustaka, gunakan referencing yg ditetapkan jurusan kom, bisa didownload di blog saya, di kategori metodologi penelitian kom)

(ketiga struktur di atas, bisa ditulis jelas: 1. Pembuka.. dst; tapi juga bisa tidak ditulis, seperti contoh di bawah ini)

 

Contoh:

            Tulisan ini berisi hasil review saya terhadap buku “Public Relations & Crisis Management: Pendekatan Critical Public Relations, Etnografi Kritis dan Kualitas, 2012, dan Public Relations Writing, 2012, yang keduanya ditulis Rachmat Kriyantono”. Tujuan review ini adalah untuk mengeksplorasi definisi PR; dan menganalisis mengapa PR itu penting bagi organisasi dan bagaimana fungsi & job description PR?

1.    Definisi-Definisi PR

Saya menemukan bahwa Kriyantono (2012) menyampaikan lima definisi tentang PR, yaitu ditulis di bab…. halaman……. . Definisi-definisi tersebut adalah ………………………….. (paragraf ….., halaman ……)

(dari sini anda mulai bisa menyampaikan analisis anda tentang definisi yg ditulis Kriyantono tersebut) dari semua definisi tersebut, saya menilai bahwa Kriyantono telah mencoba mengadopsi beberapa perspektif saat yaitu mendefinisikan PR. Beberapa perspektif tersebut adalah …………., yang tampak pada definisi …………… dst. Menurut saya, penggunaan perspektif tersebut telah membuat definisi-definisi yang disampaikan Kriyantono sudah secara lengkap mewakili landasan filosofis aktivitas PR. Landasan filosofis itu antara lain ………. dst. Hanya saja, ada yang dilupakan penulis buku tersebut, yaitu………… dst

………… dst…………

(untuk penutup) Secara umum, tulisan Kriyantono telah bisa memberikan pengetahuan baru tentang………. dst. Agar lebih bisa memberikan deskripsi yang lebih mendalam, saya merekomendasikan …………….

Daftar Pustaka

………………………………..

 

Demikian, silahkan berlatih. Happy Studying.

 Rachmat Kriyantono, Ph.D

Dosen & Penulis Buku Ilmu Komunikasi

Universitas Brawijaya Malang

 

PDF bisa didownload di sini: Mereview Buku-jurnal

 

PUBLIC RELATIONS: BAD NEWS is GOOD NEWS, BAD NEWS is BAD PR

Artikel ini membahas relasi PR dan media/pers. Ada persepsi bahwa media cenderung lebih mudah memberitakan isu-isu negatif tentang perusahaan/organisasi. Menurut saya, terlebih dulu PR instropeksi bahwa banyaknya berita negatif itu juga disebabkan PR belum bisa melakukan fungsinya dengan baik…. sehingga bad news is also indicator of bad PR . Semoga bermanfaat!

                                                                  BAD NEWS IS GOOD NEWS

BAD NEWS IS BAD PUBLIC RELATIONS

Oleh: Rachmat Kriyantono, Ph.D

Dosen Komunikasi UB Malang

    Media berfungsi sebagai sarana penyebarluasan informasi tentang perusahaan kepada khalayak. Public relations harus memandang media sebagai mitra kerja yang saling mendukung, media adalah patner kerja Public relations. Public relations bertanggung jawab menyampaikan dan menerima informasi dari khalayak sedangkan media bertanggung jawab menjalankan hak publik untuk memperoleh informasi. 

     Namun tidak bisa dipungkiri, dalam realita praktik Public relations masih muncul perbedaan mendasar   antara Public relations dan media. Perbedaan ini terjadi karena Public relations dianggap representasi perusahaan dan media adalah representasi khalayak. Sebagai representasi perusahaan, tentu Public relations berupaya meningkatkan citra positif melalui media. Sebagai representasi khalayak, media berupaya kritis terhadap informasi yang disampaikan Public relations.

       Wujud nyata dari perbedaan ini tampak pada prinsip yang diakui oleh para praktisi Public relations, yaitu: “Bad news is good news”. Artinya peristiwa yang buruk atau negatif tentang perusahaan cenderung ”disukai” pers. Tanpa diundang atau disuruh, pers dengan cepat dapat “mencium” peristiwa itu dan dengan senang hati memberitakannya. Bahkan bisa jadi peristiwa yang semula berskala kecil menjadi besar.

      Tugas berat Public relations adalah menjaga agar jangan sampai muncul informasi negatif tentang perusahaan yang dimuat media. Sekali informasi negatif muncul di media, maka opini publik bisa terbentuk dengan cepat. Dampaknya citra perusahaan akan jatuh. Keberhasilan Public relations dalam mencegah munculnya informasi negatif ini bisa dijadikan indikator keberhasilan kerja seorang Public relations. Seperti prinsip: “Bad news is bad public relations” (berita buruk adalah Public relations yang buruk). 

      Mengapa “berita buruk tentang perusahaan dianggap Public relations yang buruk?”. Terlepas dari sifat media yang disebut di atas yang cenderung berbeda dengan Public relations, sebenarnyap Public relations bisa mengurangi munculnya berita-berita yang negatif. Berita-berita negatif dipandang dari pendekatan Public relations dimungkinkan terjadi karena: Tersumbatnya saluran komunikasi antara perusahaan dengan karyawan, dengan konsumen, dan lainnya termasuk dengan media;   PR gagal memposisikan sebagai “dominat-coalition”, baik di level top-management atau pun di level grass-roots;  Hubungan media yang kurang baik, akses media untuk memperoleh informasi terbatasi atau media tidak puas terhadap informasi yang disampaikan perusahaan.

 (Penjelasan lebih detail disertai contoh-contoh tentang relasi PR dan media, silahkan baca di buku saya “Public Relations Writing: Proses Produksi Media PR dan Publisitas Media, edisi 2. cet. ketiga, Prenada Media Group Jakarta, 2012).

PDF bisa didownload di sini:  BAD NEWS IS BAD PUBLIC RELATIONS

 

PUBLIC RELATIONS: CELEBRITY PUBLIC RELATIONS

Tulisan membahas maraknya celebrity public relations (PR). Dalam konteks PR, hal ini termasuk model press-agentry.  Semoga Bermanfaat

Celebrity PR

Jika anda ingin mendapat penjelasan tentang “Press-Agentry” sebagai salah satu Model Public Relations, silahkan baca buku saya “Public Relations Writing: Produksi Media PR & Publisitas Korporat”, Prenada Media Group Jakarta, edisi 2 cet 3, 2012.

METODOLOGI PENELITIAN KOMUNIKASI: MASALAH ETIKA PENELITIAN

Bagian ini berisi file-file tentang aspek etis dalam penelitian. tujuannya agar hak-hak responden/informan tetap dilindungi. Artinya, agar penelitian tidak merugikan responden/informan. “Ketentuan etik atau pertimbangan etis (k)” bisa ditulis di bab 1 setelah subbab Manfaat penelitian. “Lembar informasi & form kesediaan” bisa disampaikan kepada responden/informan saat pengumpulan data. Kemudian, disampaikan sebagai lapiran dalam laporan penelitian.

1. Ketentuan etik

2. Lembar Informasi untuk Partisipan

3. Form Kesediaan Menjadi Partisipan

SATUAN ACARA PERKULIAHAN & KONTRAK PERKULIAHAN

Di bagian ini saya sampaikan rencana perkuliahan dan kontrak perkuliahan sebagai acuan proses belajar-mengajar. Mahasiswa diharapkan ngeprint, mempelajarinya, dan melaksanakan dengan baik agar perkuliahan berjalan lancar. Setiap tugas harus menggunakan teknik referencing APA. Silahkan download sistem tersebut di bagian lain di blog saya ini.

1. SAP PR selasa jam 7 IF2

2. SAP PR selasa jam 9 – B2

3. SAP PR senin jam 7 C2

4. SAP MPK KUANTITATIF

5. SAP ManKris

Categories: Materi Perkuliahan Tags:

DASAR-DASAR PUBLIC RELATIONS: Media Relations

Ini adalah materi kuliah tentang media relations. Berisi how to build and maintain media relations as an important strategy to build a good image and good opinon.

Media Relations

Untuk mendapat penjelasan lebih detail tentang bagaimana hubungan PR dan media, silahkan baca  buku saya “Public Relations Writing: Produksi Media PR & Publisitas Korporat”, Prenada Media Group Jakarta, edisi 2 cet 3, 2012.

METODOLOGI RISET KOMUNIKASI: Contoh LBM, Tips membuat skripsi, Sistem Referencing, dll

Tulisan ini berisi:

a. cara-cara untuk membuat latar belakang masalah (LBM) untuk skripsi. LBM adalah deskripsi tentang latar yang memunculkan permasalahan. Saya sampaikan contoh LBM yang saya buat, juga LBM karya Branti (mahasiswa bimbingan kolega saya Dr Antoni). Semoga bermanfaat bagi para mahasiswa.

b. Standar membuat skripdi/tesis yang baik. Hasil diskusi saya dengan Dr antoni. Semoga bermanfaat.

c. Pedoman referencing jurusan komunikasi (mengacu APA);

d.Materi saya di pelatihan metodologi untuk dosen komunikasi UB Okt 2013

e. Materi pelatihan membuat skripsi dari saya pada pelatihan karya tulis ilmiah untuk mhs komunikasi UB Des 2013

Contoh LBM untuk skripsi

Latar Belakang Masalah

Standar Penilaian skripsi

APA Referencing System ILKOM.2 2

CATATAN KECIL METODOLOGI KUALITATIF DARI BERBAGAI UJIAN SKRIPSI

TEKNIK MENULIS SKRIPSI & ETIKA PENULISAN ILMIAH